Kumpulan Tips Wisata Lombok Yang Menyenangkan

Hal Menarik dari Pura Lingsar Lombok

Kawasan Pura Lingsar Lombok menyimpan banyak cerita terutama tentang kerukunan umat beragama dan menjadi salah satu tempat menarik untuk dikunjungi.

Banyak wisatawan yang sudah mengakui akan keindahan alam Pulau Lombok. Lebih indah lagi dengan keharmonisan serta kerukunan masyarakatnya. Seperti yang bisa Anda lihat di Pura Lingsar Lombok yang menjadi simbol kerukunan umat beragama, khususnya umat Hindu dan Islam Suku Sasak. Tempat ini begitu menarik untuk dijadikan wisata religi selama liburan ke Lombok. Berikut beberapa hal menari dari pura yang berada di Lombok Barat ini.

Hal Menarik di Pura Lingsar Lombok Barat

Wisatawan bisa belajar dari kerukunan yang terjalin di Pura Lingsar Lombok Barat, antara umat Hindu dan umat Islam Suku Sasak. Berikut beberapa hal yang bisa ditemui di Pura Lingsar sebagai simbol kerukunan.

  1. Bangunan Pura Lingsar

Di kawasan Pura Lingsar ini sengaja dibuat dengan ukuran bangunan yang sama. Tidak ada bangunan yang lebih tinggi, lebih luas, atau lebih besar antara satu dengan lainnya. Hal tersebut dimaksudkan sebagai simbol persatuan. Sesuai dengan apa yang menjadi keinginan Raja Anak Agung Ketut Karangasem. Sosok dibalik pembangunan pura kebanggaan tersebut. Bangunan di kawasan yang sudah ada sejak tahun 1741 ini antara lain adalah bangunan kemalik, bhatara bagus, lingsar wulon, pesiraman, pesimpangan. Di bagian belakang terdapat tempat untuk upacara adat yang disebut perang topat. Terdapat pula 9 pancuran yang menjadi simbol wali songo, 4 pancuran di atas dan sisanya di area bawah. Salah satu area yang paling menarik wisatawan adalah kolam keramat yang berada di dalam kompleks Pura Lingsar. Kolam tersebut terisi oleh sumber mata air Gunung Rinjani.

  1. Kerukunan yang terjaga

Hal yang membanggakan adalah tempat ini masih digunakan, baik untuk beribadah bagi umat Hindu atau pun umat Islam Suku Sasak. Umat Hindu dan umat Islam di sana pun sangat menjaga kerukunan dan saling menghormati kepercayaan masing-masing. Umat Hindu tidak menggunakan daging babi dalam sesaji untuk menghormati kepercayaan umat Islam kalau babi adalah najis atau haram. Begitu juga dengan umat Islam yang tidak menyembelih sapi saat Idul Adha di sekitar Pura hingga radius 2 km. Sesuai dengan kepercayaan umat Hindu yang menjadikan sapi sebagai hewan suci. Untuk wisatawan yang memasuki kawasan yang sakral ini wajib menggunakan kain yang diikat ke pinggang.

Di kawasan ini, umat Hindu dan umat Islam bersama walaupun kepercayaan mereka berbeda. Dua umat berbeda tersebut juga sangat menjunjung toleransi beragama. Untuk menjaga hubungan silaturahmi, umat Hindu dan umat Islam di sana mengadakan upacara adat yaitu perang topat.

Kebersamaan Umat di Pura Lingsar Lombok Barat

Walaupun kepercayaan mereka berbeda, masyarakat Hindu dan Islam di sana tetap hidup berdampingan dengan penuh toleransi. Komplek pura ini digunakan untuk sembahyang dua umat berbeda. Semuanya bisa beribadah dengan tenang sesuai kepercayaan masing-masing. Untuk mempersatukan dan menjaga tali persaudaraan, diadakan perang topat. Acara adat yang dilakukan umat Hindu dan umat Islam Suku Sasak dengan cara saling lempar ketupat. Acara tersebut menjadi simbol bahwa mereka hidup bersama dengan berkah yang berlimpah. Untuk wisatawan yang datang tepat pada saat acara tersebut diadakan bisa melihat langsung di area belakang kompleks pura.

Demikian beberapa hal menarik yang bisa dipelajari dari Pura Lingsar Lombok Barat. Kompleks wisata religi ini menawarkan cara lain untuk wisatawan menikmati Lombok. Selain dengan laut dan pantainya, Anda bisa mencari ketenangan di tempat-tempat seperti ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: